Pengertian Kemiskinan
Kemiskinan merupakan permasalahan
kemanusiaan purba. Ia bersifat laten dan aktual sekaligus. Ia telah ada sejak
peradaban manusia ada dan hingga kini masih menjadi masalah sentral di belahan
bumi manapun. Kemisikinan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi persoalan
kemanusiaan lainnya, seperti keterbelakangan, kebodohan, ketelantaran, kematian
dini. Problema buta hurup, putus sekolah, anak jalanan, pekerja anak,
perdagangan manusia (human trafficking) tidak bisa dipisahkan dari masalah
kemiskinan.
Kemiskinan menurut
Edi Suharto dalam Abdul Hakim (2002:219) adalah ketidaksamaan kesempatan untuk
mengakumulasi basis kekuasaan sosial. Basis kekuasaan sosial meliputi:
1. Sumber keuangan (mata pencaharian, kredit, modal)
2. Modal produktif atau asset (tanah, perumahan,
kesehatan, alat produksi)
3. Jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, barang,
dan jasa.
4. Organisasi sosial dan politik yang digunakan untuk
mencapai kepentingan bersama.
5. Informasi yang berguna untuk kemajuan hidup.
6. Pengetahuan dan keterampilan.
Konsep Kemiskinan
Kemiskinan merupakan masalah sosial yang senantiasa
hadir ditengah masyarakat. Kemiskinan sebagai fenomena sosial yang telah lama
ada, berkembang sejalan dengan peradaban manusia. Masyarakat miskin pada
umumnya lemah dalam kemampuan berusaha dan terbatas aksesnya kepada kegiatan
ekonomi sehingga seringkali makin tertinggal jauh dari masyarakat lain yang
memiliki potensi tinggi. Substansi kemiskinan adalah kondisi deprevasi tehadap
sumber-sumber pemenuhan kebutuhan dasar yang berupa sandang, pangan, papan, dan
pendidikan dasar (Sudibyo, 1995:11).
Kemiskinan juga sering disandingkan dengan
kesenjangan, karena masalah kesenjangan mempunyai kaitan erat dengan masalah kemiskinan.
Substansi kesenjangan adalah ketidakmerataan akses terhadap sumber daya
ekonomi. Sudibyo (1995:11) mengatakan bahwa “apabila berbicara mengenai
kemiskinan maka kemiskinan dinilai secara mutlak, sedangkan penilaian terhadap
kesenjangan digunakan secara relatif”. Dalam suatu masyarakat mungkin tidak ada
yang miskin, tapi kesenjangan masih dapat terjadi di dalam masyarakat tersebut.
Sebagian besar dari penduduk miskin ini tinggal
diperdesaan dengan mata pencaharian pokok dibidang-bidang pertanian dan
kegiatan-kegiatan lainnya yang erat hubungannya dengan sektor ekonomi
tradisional tersebut. Kehidupan mereka bergantung pada pola pertanian yang
subsistem, baik petani kecil atau pun buruh tani yang berpenghasilan rendah,
ataupun bekerja dalam sektor jasa kecil-kecilan dan berpenghasilan pas-pasan.
Fenomena banyaknya urbanisasi penduduk desa ke kota menunjukkan bahwa adanya
ketidakmerataan pembangunan di perdesaan. Terbatasnya fasilitas umum, kecilnya
pendapatan, dan terbatasnya pekerjaan dan dalih mencari kehidupan lebih baik
menjadi alasan urbanisasi ini. Permasalahan tersebut menyiratkan adanya
ketidakmerataan dan kesenjangan antara perdesaan dan perkotaan.
Daftar Pustaka :
http://anggaandala.blogspot.com/2012/08/konsep-kemiskinan-dan-strategi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar