Biasanya kita menemukan penjual secara langsung (face to face) seperti di Mall atau Pasar.
Namun sekarang kita dapat menjumpai para pedagang di Internet atau yang disebut "ONLINE SHOPPING" (Olshop).
Online Shopping atau belanja online via internet, adalah suatu proses pembelianbarang atau jasa dari mereka yang menjual melalui internet.
Sejak kehadiran internet,para pedagang telah berusaha membuat toko online dan menjual produk kepada mereka yang sering menjelajahi dunia maya (internet).
Para pelanggan dapat mengunjungi toko online (online store) dengan mudah dan nyaman, mereka dapat melakukan transaksi di rumah, sambil duduk di kursi mereka yang nyaman di depankomputer.
Cara berdagang seperti ini sudah banyak yang menggunakannya.
Barang yang ditawarkan juga tak hanya pakaian, berbagai jenis makanan, souvenir, alat rumah tangga, barang elektronik, dan masih banyak lagi.
Ada beberapa istilah dalam (Olshop), yaitu:
1. Seller. Seller atau
dalam bahasa Indonesianya adalah penjual. Mereka ini adalah para pemilik online shop.
2. Buyer. Ini
adalah sebutan untuk para pembeli.
3. Customer. Sama dengan buyer, ini adalah sebutan untuk para pembeli.
4. TF = Transfer. yaitu pengiriman uang. "gan, barusan tf ke rek. Bank Blogger."
5. Price Police. Lin udah nyoba cari tahu sana sini, tapi nggak ada arti paten untuk ini. Hanya saja bisa menarik kesimpulan, price police adalah istilah untuk perilaku yang membandingkan harga yang diberikan oleh penjual dengan barang dagangan orang lain, dan menyebutkan harganya/bahkan malah menyebutkan harga produksi. "Kok mahal sih, gan? Di toko A aja cuma 25.000, ini masa 40.000?"
6. Ready stock. Ini
artinya ada persediaan. Jadi, barang yang dijual ada di tangan penjual. Jika
transaksi mencapai kata sepakat, maka barang bisa langsung dikirim. Beda dengan
PO. Apa itu PO?
7. PO. PO
adalah singkatan dari Pre Order. Ini
adalah sistem yang banyak dipakai oleh mereka yang menjual barang impor, atau custom. Jadi, barang baru akan dipesankan atau
diproduksi setelah jadwal PO berakhir, dan dikirim setelah barang jadi.
8. Restock. Istilah ini berbeda dengan ready stock yah. Restock artinya barang ini ada lagi persediannya,
setelah mengalami out of stock. Uh?
Apa lagi itu out of stock?
9. Out of Stock. Istilah
untuk keadaan barang yang habis persediannya di tangan penjual atau supplier. Supplier apa
lagi nih artinya?
10. Supplier adalah
sebutan untuk orang yang memberikan pasokan barang pada para penjual.Mereka
adalah tangan pertama dalam rantai penjualan.
11. Reseller. Hayo, udah tahu kan ini sebutan untuk siapa? Ini biasanya sebutan untuk penjual yang menjualkan barang lain, bukan dari supplier. Biasanya tangan ke-3 dst. Setelah membeli barang yang biasanya diberi diskon khusus untuk reseller, mereka akan menjualnya kembali.
Lho? sama aja dong sengan seller? Ya, cuma bedanya reseller itu membeli barang dalam jumlah yang kecil. Kalau seller biasanya besar, karena pihak supplier menjual dalam jumlah banyak.
12. Dropship. Kapal
jatuh? Bukaan. Ini istilah buat mereka yang menjadi reseller, tapi barangnya tidak ada di tangan reseller. Pada sistem dropship, pihak ke 2 akan menjualkan barang pihak pertama
pada pihak ke-3, namun, setelah mencapai kata sepakat, barang akan langsung
dikirm ke pihak-3 tanpa melalui pihak ke-2, tapi, atas nama pihak ke-2
ngirimnya.
Misalnya, Ani menjualkan barang Santi pada Cahya. Nah, Santi akan mengirimkan barang yang dipesan oleh Cahya langsung, tapi atas nama Ani.
Misalnya, Ani menjualkan barang Santi pada Cahya. Nah, Santi akan mengirimkan barang yang dipesan oleh Cahya langsung, tapi atas nama Ani.
13. SOLD. Ya, artinya habis. Habis terjual.
14. Trusted. Tahu dong ya? artinya ya terpercaya. Jadi, yang
jual ini bisa dipercaya. Kan ada tuh yang khawatir penipuan. Nah, trusted seller biasanya
punya testimonial asli
dari para pelanggannya. Eh? Apa sih testimonial?
15. Testimonial. Biasanya disingkat testi, adalah istilah untuk pesan dan kesan dari pelangganya. Ini biasanya dijadikan bukti untuk meyakinkan pembeli bahwa mereka adalah trusted seller. Bukti testi yang diberikan berupa screenshot/gambar yang merekam pesan dan kesan dari pembelinya.
16. DP. Down Payment. Ini adalah sistem pembayaran yang tidak langsung dibayar lunas. Sistem pembayaran ini biasanya digunakan untuk barang dengan sistem pre order. Kadang membayar dulu 50% atau 80%, atau sesuai kesepakatan/aturan dari penjual.
17. Full payment. Artinya pembayaran penuh, atau LUNAS.
18. No booked system. Artinya, kalau pesan ya langsung dibayar kalau nggak pengen barangnya diambil orang. Nggak ada istilah keep (simpan, dalam artian dipesan). Ini diterapkan sama penjual buat menghindari mereka yang suka hit and run. Duh, ada istilah baru lagi. Apa tuh hit and run?
19. Hit and run. Adalah istilah untuk mereka yang pesan ini itu, janji mau bayar tanggal sekian, eh pas jatuh tempo, ilang ditelen bumi.
20. Ongkir/shipping cost. Ongkos kirim. Biaya pengiriman dari tempat penjual ke pembeli. Ini ditanggung sama pembelinya.
21. No afgan. Istilah ini merujuk pada judul lagu Afgan yang berjudul Sadis. Artinya boleh nawar, tapi jangan sadis-sadis.
22. Rekber. Rekber singkatan dari Rekening bersama. Maksudnya ini adalah rekening pihak ke-3 yang menjadi perantara antara penjual dan pembeli. Biasanya digunakan untuk transaksi dalam jumlah banyak. Jadi gini. Pembeli akan mentransfer uang ke pemilik rekber, dan pemilik rekber akan mengabari penjual bahwa uang sudah dikirim. Setelah itu, penjual akan mengirimkan barang yang dibeli pada pembeli. Uang baru akan distransfer pada penjual apabila pemilik rekber sudah mendapat kabar bahwa barang sudah sampai.
23. Resi. Resi adalah nomor pengiriman barang yang didapatkan setelah melakukan pengiriman melalui jasa ekspedisi. Ini digunakan untuk melacak posisi barang.
24. COD. Cash on Delivery. Cara pembelian di mana penjual dan pembelinya bisa bertatap muka. Bisa janjian di sebuah tempat, atau penjual anterin ke rumah pembeli. Pembayaran di lakukan saat mereka saling bertemu. Biasanya buat mereka yang ternyata tinggalnya di tempat yang berdekatan. Kalau jauh, ya nggak mungkin lah.
Nah, kamu mau coba berbisnis Olshop?
Mau tau cara pemula agar sukses?
Let's check
Memulai bisnis online harus dengan sikap mental yang positif
Beberapa sikap mental yang positif yang diperlukan ketika kita memulai bisnis online, yaitu dengan:
Reference : http://kayadaribisnisinternet.com/2012/memulai-bisnis-online.html
Beberapa sikap mental yang positif yang diperlukan ketika kita memulai bisnis online, yaitu dengan:
- Menjadi pribadi yang rendah hati untuk belajar
- Tidak takut mengambil resiko yang telah diukur
- Belajar bekerja efisien dan efektif
- Mau terus mencoba sekalipun pernah gagal
- Bermimpi untuk sukses di bisnis online
Jika sudah mempunyai sifat seperti diatas, anda dapat mulai menjalankan bisnis online dan meraih keuntungan.
- SELAMAT MENCOBA BERBISNIS ONLINE -
Reference : http://kayadaribisnisinternet.com/2012/memulai-bisnis-online.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar